Wednesday, 19 December 2012

Madu Bisa Tangkal Amputasi Pada Penderita Diabetes



TIPS SEHAT DARI MADU PRAMUKA: Madu BisaTangkal Amputasi pada Penderita Diabetes

Mengoleskan madu pada bagian kaki yang luka merupakan alternatif menghindari terjadinya amputasi pada penderita diabetes. Hal tersebut dibuktikan oleh seorang dokter dari Universitas Winconsin, AS, yang berhasil membantu pasien-pasiennya menghindari amputasi. Kini ia berencana menyebarkan terapi madu tersebut. Menurut Profesor Jennifer Eddy dari Universitas School Of Medicine and Public Health, madu bisa membunuh bakteri karena sifat asamnya. Selain itu, madu juga efektif menghindari sifat kebal bakteri akibat penggunaan antibiotik. " Ini adalah hal yang penting dalam dunia kesehatan ", katanya. Dalam terapi madu ini, bagian yang luka baru bisa diolesi setelah kulit mati dibersihkan.

Memberi perhatian serius pada kaki dengan melakukan kontrol yang baik terhadap penyakit diabetes yang diidap disebabkan timbulnya gangguan pada kaki penderita diabetes. Gangguan itu berupa kerusakan pada syaraf dan kerusakan pembuluh darah dan infeksi yang membuat penderita diabetes mengalami mati rasa pada kakinya. Karena itu, biasanya penderita diabetes tidak menyadari terjadinya luka pada kaki karena tak langsung tampak. Terapi madu telah digunakan sebagai pengobatan alternatif di Eropa, bahkan di Selandia Baru terapi ini dipakai untuk mengobati sulit tidur. Dan dari pengalaman kami selama ini di Madu Pramuka sudah banyak konsumen yang menggunakan madu untuk terapi pengobatan luka pada penderita diabetes, dan jenis madu yang sudah terbukti ampuh untuk terapi ini adalah jenis madu dari bunga kapuk. Jika anda tertarik untuk mencoba terapi ini silahkan kunjungi counter madu kami di : " ISTANA LEBAH " Madu Pramuka Komplek Wiladatika Cibubur Jakarta Timur 13720 ( 50 m dari pintu keluar tol Cibubur dari arah Jakarta ). Phone (+6221) 8445104.

Kuman Tidak Mampu Melawan Madu



 Kuman Tidak Mampu Melawan Madu

Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat di Majalah Dis lancet infect edisi bulan februari 2003, yang ditegaskan oleh Dr.Dixon tentang efektivitas madu yang sangat kuat dalam menguasai berbagai macam kuman, sehingga kuman-kuman itu tidak mampu berhadapan dengan madu. Lalu peneliti ini mengajak untuk menggunakan madu sebagai penyembuh infeksi dan luka bakar.
Berbagai penelitian ilmiah juga mengisyaratkan bahwa kandungan fisikal dan kimiawi dalam madu, seperti kadar keasaman dan pengaruh osmotic memainkan peranan yang sangat urgen untuk membunuh kuman-kuman. Di samping itu, madu memiliki inflammatory activity anti, kandungan khusus untuk melawan peradangan dan infeksi, serta membangkitkan reaksi pencegahan didalam luka atau luka bakar.
Kesimpulannya madu dapat melawan infeksi yang banyak kumannya dan membangkitkan pemulihan daging di luka, luka bakar dan luka bernanah.(Asy-Syifa'min Wahyi Khatamil-Anbiya')

Madu Pencegah Ketombe



 Madu Pencegah Ketombe

Karena madu mampu membunuh berbagai macam kuman, melawan oksodasi dan memiliki nilai gizi yang sangat tinggi, maka seorang peneliti yang bernama Dr. Wailial merasa tergelitik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh madu dalam mengobati radang kulit kepala yang berminyak dan berketombe.
Majalah Eurjmealres tahun 2001 memuat hasil penelitiannya itu. Dia telah mempelajari tiga puluh orang pasien yang terkena radang kulit berminyak akut, yang menimpa seluruh permukaan kulit kepala, wajah dan dada bagian atas. Dua puluh orang diantara mereka adalah wanita dan sepuluh orang laki-laki. Umur mereka bervariasi antara 15 hingga 60 tahun.
Madu dioleskan dan dibiarkan selama tiga jam sebelum dibasuh dan dibersihkan dengan air hangat. Setiap hari peneliti ini mengikuti setiap perkembangan dan perubahan yang terjadi, memperhatikan keluhan mereka dari gatal-gatal hingga kerontokan rambut. Uji coba dilakukan hingga selama empat p-ekan. Hasilnya sangat menggembirakan. Keluhan gatal-gatal dan kerontokan rambut pada minggu pertama menjadi hilang sama sekali dengan melakukan pengobatan selama dua minggu berikutnya.(As-Syifa' min Wahyi Khatamil-Anbiya')

Madu Mencegah Peradangan Usus Besar



Madu Mencegah Peradangan Usus Besar

Mungkinkah madu dapat melindungi dari serangan colitis atau radang usus besar yang diujicobakan terhadap tikus?
Ini merupakan pertanyaan yang dilemparkan para peneliti di Jami'ah Al-Malik Sa'ud di Saudi Arabia, ketika mereka melakukan ujicoba terhadap tikus untuk radang usus besar. Tikus-tikus itu di beri madu lewat mulut dan anus selama empat hari, juga diberi glucose dan fructose. Maka para peneliti itu dapat melihat hasilnya bahwa madu memiliki kemampuan yang prima untuk melindungi usus besar dari infeksi yang diakibatkan oleh asam cuka yang dimasukan kedalam tubuh tikus selama ujicoba.
Maka benar apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, saat ada orang yang mengadu kepada beliau bahwa saudaranya sakit perut. Maka beliau menyuruhnya meminumkan madu kepada saudaranya yang sakit perut itu.(Asy-Syifa' min Wahyi Khatamil-Anbiya')

Madu dan Kesehatan Mulut



Madu dan Kesehatan Mulut

Apakah anda punya keluhan bau mulut sehingga nggak pede bila berbicara dengan teman atau relasi bisnis anda, jangan khawatir ada cara mudah untuk mengatasi segala keluhan yang ada pada mulut anda. Prof. Amoln menulis artikel di Majalah Dentgen, edisi Desember 2001, bahwa madu memainkan peranan yang sangat penting dalam menyembuhkan keluhan bau mulut, sakit gusi dan luka di mulut serta keluhan lainnya. Hal itu terjadi karena kandungan khusus di dalam madu yang mampu melawan kuman. Karena penyakit yang terdapat pada mulut biasanya disebabkan oleh kuman-kuman yang bersarang di dalam mulut akibat pemeliharaan kesehatan sekitar mulut yang sering di abaikan. Jika anda mengalami keluhan seperti itu lakukanlah teraphy dengan menggunakan madu, agar didapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan lakukan secara teratur dan terukur dalam mengkonsumsi madu. Dan biasanya madu yang sangat cocok untuk proses penyembuhan itu adalah madu dari jenis bunga kapuk.(Taman Wisata Lebah Pramuka).

MUTU DAN KUALITAS MADU



MUTU DAN KUALITAS MADU

Penetapan standar mutu madu pada hakekatnya bertujuan untuk melindungi konsumen dari produk madu yang tidak memenuhi syarat dan menjaga produk madu yang baik dari pemalsuaan. Setiap negara memiliki standar mutu madu yang berbeda. Standar mutu madu di Indonesia diatur oleh Dewan Standarisasi Nasional (1994) dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3545-1994. Mutu merupakan pertimbangan yang sangat penting bagi konsumen madu (industri atau pengimpor). Karena itu adanya pengendalian mutu di negara penghasil madu sangat penting khususnya untuk usaha eksport madu ke luar negri.

Menurut Krell (1996), beberapa parameter madu yang digunakan sebagai control penerimaan madu untuk pemrosesan adalah kondisi kontener, kebersihan, homogenitas, karakteristik organoleptik (rasa dan aroma), warna, kelembaban, penurunan kualitas madu dilihat dari jumlah enzim diastase dan kadar HMF, komposisi gula-gula sederhana dan uji mikroskopik untuk menentukan asal nektar dan geografi ( wilayah asal ).

Menurut Sumoprastowo dan Suprapto (1980), kualitas madu secara sensoris biasanya ditentukan oleh warna, aroma (khas madu ), dan keadaannya ( kekentalan dan penampakan ). Madu yang berwarna terang adalah termasuk kualitas nomor satu. Beberapa ahli menyatakan bahwa madu yang berwarna gelap mengandung banyak mineral, terutama mineral Fe,Cu, dan Mn. Oleh karena itu madu yang berwarna gelap sebagai bahan makanan tidak kalah pentingnya dengan madu yang berwarna terang. Biasanya untuk madu yang berwarna gelap ini terjadi pada madu hutan yang banyak dihasilkan oleh petani madu dari hutan Kalimantan dan Sumatra. Dan ada beberapa jenis madu hitam atau warna gelap ini yang terasa agak pahit namun tetap sangat berkhasiat jika dikonsumsi oleh kita. Jadi kualitas madu sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh warna madu yang berwarna terang atau gelap saja. Masing -masing jenis madu tersebut mempunyai ciri khas dan kondisi yang berbeda.

Manfaat Madu Bagi Anak




Mau punya putra-putri yang sehat dan cerdas,biasakanlah anak-anak anda untuk mengkonsumsi madu semenjak usia dini.Karena madu banyak mengandung zat yang sangat di butuhkan oleh tubuh anak-anak, baik dalam proses pertumbuhan fisiknya maupun perkembangan tingkat kecerdasan otaknya. Peranan madu dalam pertumbuhan anak sangat penting karena di dalam madu terdapat zat Besi,Tembaga, Kalium, Posphor, B Kompleks,seng. anti oksidan,fruktosa,glukosa,maltosa, sukrosa dan asam amino.

Madu mengandung cukup banyak zat besi(Fe) dan tembaga (Cu) sedang ASI atau susu sapi mengandung lebih sedikit di bandingkan madu. Asupan Fe dan Cu yang cukup akan membantu proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin. Hemoglobin akan membawa oksigen yang cukup ke otak sehingga akan membantu dalam proses berpikir anak.

Madu dengan kadar gula dan levulosa yang tinggi sangat mudah diserap oleh usus bersama dengan zat-zat organik lain, dengan demikian dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan dan memperbaiki nafsu makan.

Hasil penelitian Y.Wadodo, peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan memperbaki nafsu makan anak balita.

Kalium merupakan mineral zat mikro yang penting dalam tubuh manusia. Ia membantu dalam kontraksi otot dan menjaga keseimbangan elektrolit dalam sel tubuh. Kalium juga penting dalam penghantaran impuls saraf serta penmbebasan tenaga yang berasal dari protein, lemak dan karbohidrat pada proses metabolisme.

Fosfor(P) adalah mineral yang berperan penting dalam struktur dan fungsi tubuh, setelah kalsium.Fosfor di dalam tubuh kita 80 % berada pada tulang dan gigi dalam bentuk kalsium fosfat.

Vitamin B Kompleks dapat membantu meringankan kelelahan/kecapaian. Kecukupan vitamin B kompleks membantu mencegah kelambatan pertumbuhan,anemia,gangguan penglihatan,dan menigkatkan nafsu makan.

Aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa(41%), glukosa (35%), sukrosa(1,9)%, dan dekstrin(1,5%) karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita. Kadar protein dalam madu relatif kecil sekitar 2,6%. Namun kandungan asam amino cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non esensial. asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.(Berbagai sumber,Madu Pramuka)